Social Media

January 22, 2009

Can Google Image answer your question ?

The rules are simple. Use Google Image to search the answers to the questions below. Then you must choose a picture in the first page of results, and post it as your answer.” After that tag 10 People.

1. The Age of My Next Birthday


2. A Place I'd Like to Travel to

absolutely Switzerland!!

3. Favourite Place

My little room

4. Favourite Food

Traditional Food hmmm yummy !

5. Favourite Things

Frieeeeeenndds

6. Favourite Color

Blue as always

7. A City Where I Was Born

I have the same birthday with Jakarta :)

8. A City Which I Have Ever Lived in

Jakarta

9. A Nickname I Have

kenapa beginiiiiiii ?

10. College Major
Still don't know what I'm going to do next

11. Name of My Love


---------------

12. A Bad Habit

Being underestimate

13. A Hobby

Reading novels or newspaper


and also sleeping :)

Tag : yang baca deh

January 16, 2009

Q and A

1. Nama sekolah kamu?
SMA Negeri 8 Jakarta

2. Nama ketua kelas kamu?
Rahmat Hidayat atau biasa dipanggil Mamat

3. Jabatan kamu dikelas?
Penghuni kelas

4. Guru yg paling killer?
Ga ada kyknya (!!??)

5. Nama kepsek kamu?
Pak Nanang

6. Nama wakepsek kamu?
Banyaak, males nyebutin

7. Pernah jadi ketua kelas?
Iyoa

8. Pelajaran yg paling ga suka?
Apa yah ? Ga ada

9. Kegiatan rutin kamu di kelas?
Belajar ahhaha, makan, minum, ke koperasi, tidur

10. Pernah diskors?
Ga doong

11. Sering dihukum?
Hmm ga

12. Sering buat PR di sekolah?
Ya kadang2 kalo blm slesai

13. Tempat duduk diatur ga?
Tidak

14. Nomer absen kamu?
17

15. Kamu jurusan IPA/IPS/Bahasa?
IPA

16. Suka bolos ga?
Ga juga

17. Sering rame?
Iyoaa

18. Ada ade kelas yg rese?
Ga tau ya, ga terlalu peduli juga

19. Kalo kakak kelas?
Wah ga tau juga

20. Boleh bawa hp ke sekolah?
Boleeh lah masa boleh dong -_-

21. Pernah berantem di sekolah?
Untungnya ga

22. Pelajaran yg paling kamu suka?
Sebenernya ga ada sih heheh

23. Tempat favourite di sekolah?
Kelas

24. Ada kantin ga?
Ada

25. Suka langgar peraturan ga?
Ga juga

26. Baju suka dikeluarin?
Kalo pake batik doang

27. Suka nyontek?
Biasa aja

28. Nama panggilan kamu kalo di sekolah?
Odonk (aduh jelek bgt -______________-)

29. Pesan buat angkatan di bawah kamu?
Halo 2011

30. tag?
Nunu dan Rifda

January 14, 2009

Six-month-old baby killed by Israel

Jewish is murderer
Kalimat berikut merupakan salah satu komen video di youtube. Jika melihat fakta yang ada sekarang memang benar adanya.

Terinspirasi dari salah satu posting teman (Ferinda) tentang foto-foto korban agresi Israel, saya mem-posting video berikut ini.


Watch this !



Melihatnya sangat miris, bayi tersebut merupakan anak satu-satunya.

Ketika pertama kali melihat video ini, saya teringat perkataan seseorang "Ngapain ngutuk Israel, wong Israel sendiri udah dikutuk sama Tuhan". Dan memang dalam Islam, bangsa Yahudi memang terkutuk.

not-so-boring days

I should say I really enjoy my days, oh ya I really do.

Kali ini saya benar-benar menikmatinya, studying, talking with my friends, being a nite-later, doing my school magazine though it's kinda tiring ;p and etc

Monday, January 12th

Hari pertama minggu kedua sekolah ga begitu serius, guru biologi ga masuk. Tidak ada jam biologi. Tapi ga berarti juga ga belajar, tetap seperti biasa. Yang menarik saat hari itu saya dan beberapa teman bicara tentang politik. Oke, tak begitu politik, spesifiknya adalah kita bicara tentang Israel-Palestina dan ehm... Tanda-tanda Kiamat

Bermula dari percakapan santai, yang akhirnya mengarah ke topik yang lebih rumit

Teman : (sambil makan mie goreng) Kita enak ya masih bisa makan, orang-orang di Palestina ga (kemudian tersenyum)
Saya : hmmmmmmm...(berpikir sejenak)
Saya : Iya


dan blablablablablabla. Tak lama dari situ, teman saya bercerita tentang Dajjal. Ah!! akhirnya ada teman seumuran saya yang bisa diajak berbicara tentang hal-hal seperti itu. Bagi saya sangat menarik, tak perlu memikirkan seramnya topik tersebut. Beberapa teman ikut dalam percakapan tersebut, berbagi informasi tentang dajjal, tanda kiamat, perang. Hasil akhirnya kami menyimpulkan agresi Israel merupakan salah satu tanda kiamat, krn memang tertulis seperti itu. Suatu hari Yahudi akan menguasai Palestina dan dunia

Jujur saya suka dengan topik seperti itu, dan untuk kedua kalinya saya berbicara dengan anak seumuran saya. Biasanya saya hanya berbicara dengan orang tua atau nenek saya. But one thing for remember I'm not a religion freak. Bagi saya hal-hal seperti itu perlu diketahui.

Tuesday, January 13th

Lupakan tentang topik diatas, kali ini lebih santai. Seperti ramalan cuaca bilang, hujan lebat akan terjadi. Dan ternyata benar baru pagi-pagi saja udah hujan lebat.

Selasa ini, kelas saya tanding futsal. And, what did we do ? The girls made yells and pom-pom and posters. Pertandingannya diadakan saat pulang sekolah


-the red one was ready to win the game ;p






enthusiastic supporters, eh ?

hasilnya ? menang telak 8-1

Wednesday, January 14th

Bangun seperti biasa pukul 04.30 tapi saat itu timbul keinginan aneh, membuka facebook. Ternyata shoutout teman saya mengatakan "SMA 8 banjir sepaha". Masih belum percaya, saya sms teman saya yg nge-kos tak jauh dari sekolah, dan hasilnya dia bilang banjir. Takut-takut ga libur, saya putuskan mandi. Saat mandi, terdengar percakapan antara mama saya dan pegawai sekolah mungkin ?

Mama (M) : Hallo, dengan SMA 8 ?
M : Katanya SMa 8 kebanjiran ya pak ?
M : Oh, jadi aksesnya juga ketutup ?
M : Emang banjirnya segimana pak ?
M : Jadi sekolah diliburkan ?
N : oh kalau begitu makasih pak


Seketika saya teriak, walaupun dalam kamar mandi

So, how about your days folks ?

January 5, 2009

Room Makeover

Posting sebelumnya gue bilang akan menceritakan tentang New Year's Eve, setelah dipikir-pikir sepertinya ga usah. Basi! Lagipula, sekarang kan udah tanggal 5 jadi ya sudah lewat lah..

Sekarang ini, gue lagi nge-rombak kamar (yeeee akhirnya!). Bosan dengan keadaan kamar yang gitu-gitu aja, akhirnya gue putuskan untuk ganti cat. Terinspirasi dengan cat tembok warna ungu di FX Plaza, gue minta dibeliin. Warnanya lumayan mirip tapi sayangnya kurang ngejreng.

Cat udah ditangan kemudian gue siapin alat-alat yang mau dipakai buat mencat. Lumayan capek ternyata mencat tembok. Baru satu tembok aja badan udah keringetan kaya abis nguli. Sisanya masih 3 tembok lagi, mungkin diteruskan saat weekend. Niatnya 2 tembok warna ungu, 2 tembok lagi mmmmm.. gue bingung antara merah atau orange.



lucu ya furniture nya ?



warna merah yang akan gue pakai



atau warna orange kaya bantal yang dipegang anak diatas ?

January 1, 2009

Tahun, Semesta, dan Kehidupan

Judul berikut merupakan judul dari artikel Kompas tanggal 31 Desember 2008. Saya baru membacanya sehari kemudian, tepat pd hari dimulai nya 2009. Sehabis pulang dari rumah teman merayakan tahun baru (I'll tell you about my new year's eve later hahah) kemudian santai sejenak membaca koran dan menemukan artikel yang menarik (bagi saya artikel ini bagus)

berikut artikel yg saya kopi dari kompas.com

Oleh NINOK LEKSONO

“Mungkin Tuhan menciptakan Alam Semesta bagi kemaslahatan kita.” (Fisikawan Andrei Linde, Discover, 12/08)

Dalam beberapa jam lagi, Matahari terakhir tahun 2008 akan tenggelam di ufuk barat, dan warga dunia pun berpesta menyambut datangnya Tahun Baru. Inilah peristiwa yang mengulangi apa yang terjadi, setahun silam, dua tahun silam, sepuluh tahun silam, seabad silam, satu milenium silam, dan sejuta tahun silam… bahkan semiliar tahun silam sekalipun. Seperti kita petik dari ilmu astronomi, sistem Matahari-Bumi yang melahirkan konsep tahun—yaitu periode atau kurun waktu sekali Bumi mengelilingi Matahari—sudah lahir sekitar 4,5 miliar tahun silam.

Seperti inilah ”rutin” yang akan dijalani penduduk Bumi selama sekitar empat miliar tahun lagi, yakni sebelum Matahari mengembang menjadi bintang raksasa merah yang akan memanggang Bumi.

Menjadi pertanyaan menarik, masihkah kehidupan ada di Bumi saat itu? Atau manusia sudah bertransformasi menjadi makhluk pengelana antariksa? Pertanyaan itu masuk akal karena bahkan sekarang pun kondisi lingkungan di Bumi mulai tampak menurun akibat aktivitas manusia.

Tahun dan ”tahun”

Dengan jarak rerata dari bintang induk Matahari 150 juta kilometer, Bumi perlu 365 hari untuk sekali mengelilingi Matahari. Itulah satu tahun kita. Bagi planet Merkurius yang berjarak 57,5 juta kilometer dari Matahari, satu tahun di sana tidak 365 hari, tetapi 87,9 hari Bumi. Lalu satu tahun untuk Venus hanya 224,7 hari Bumi. Sementara itu, satu tahun untuk planet luar, yang jaraknya dari Matahari lebih besar dari Bumi, yakni Mars 686,9 hari Bumi, Jupiter 11,9 tahun Bumi, Saturnus 29,5 tahun Bumi, Uranus 84 tahun Bumi, Neptunus 164,8 tahun Bumi, dan Pluto 247,9 tahun Bumi. Ibaratnya, untuk merayakan Tahun Baru di Pluto—seandainya manusia bisa hidup di planet yang jauhnya 40 kali jarak Matahari-Bumi ini—diperlukan tempo 247,9 tahun!

Di Bumi, jangka waktu selama itu telah diisi oleh berbagai kemajuan teknologi dan peradaban yang luar biasa. Kalau saat ini di Pluto ada perayaan menyambut Tahun Baru, maka perayaan tahun baru sebelumnya terjadi tahun 1760 Bumi, satu dekade sejak awal Revolusi Industri di Inggris. Kita sudah menyaksikan betapa hebatnya perkembangan zaman sejak Revolusi Industri hingga hari ini.

Ya, ketika berbicara tentang tahun, yang berarti juga tentang waktu, manusia Bumi pun mau tidak mau harus berbicara tentang jarak. Jaraklah yang sebenarnya membuat manusia seperti tak berdaya—karena kecilnya—di hadapan kosmos yang mahaluas.

Dalam ketidakberdayaan menghadapi jarak, manusia telah memperlihatkan keteguhannya untuk tidak mau menyerah. Melalui wahana antariksa seperti Pioneer 10 (diluncurkan tahun 1972) dan Pioneer 11 (1973), mata manusia telah dibawa ke jarak lebih jauh dari planet Mars sehingga citra planet raksasa Jupiter secara close-up pun bisa dibuat.

Wahana Voyager bahkan melangkah lebih jauh. Setelah diluncurkan tahun 1977, Voyager 2 menjadi wahana buatan manusia pertama yang mendekati planet Uranus dan Neptunus, sementara Voyager 1 yang menempuh arah berlainan kini telah memasuki ruang antarbintang.

Namun, harus diakui, meski ciptaannya telah berhasil menjangkau ruang antarbintang, jarak sekitar 10 miliar kilometer tersebut masih sangat-sangat kecil untuk ukuran kosmos.

Sekadar perbandingan, bintang terdekat dari Bumi, Alpha Centauri, sudah berjarak 4,5 tahun cahaya, padahal satu tahun cahaya—yakni jarak yang ditempuh cahaya dalam satu tahun—adalah sekitar 9,5 triliun kilometer. Bisa kita hitung berapa triliun kilometer jarak Alpha Centauri ke Bumi.

Bisa juga kita hitung berapa jarak dalam kilometer dari Matahari kita yang ada di salah satu lengan Galaksi Bima Sakti (Milky Way) ke pusat Galaksi yang jauhnya 30.000 tahun cahaya. Juga bisa kita hitung jarak galaksi terdekat, yakni Andromeda, yang jauhnya 2 juta tahun cahaya.

Bak debu

Di hadapan kosmos, Bumi dan manusia ibarat debu yang dimensinya demikian kecil. Namun, Sang Maha Pencipta rupanya memberikan kelebihan yang sungguh besar kepada manusia. Ini diwujudkan dengan munculnya temuan ilmiah terakhir yang memperlihatkan bahwa alam semesta tercipta untuk kehidupan. Jadi, bukan kehidupan menyesuaikan diri dengan alam semesta, tetapi justru alam semestalah yang menyesuaikan diri untuk kehidupan.

Pemahaman baru ini muncul setahap demi setahap di kalangan astronom yang mempelajari kosmos. Astronom yang bekerja di kegelapan malam di observatorium Cile yang amat gelap dan tinggi merasakan dirinya bukan warga Bumi, tapi warga Galaksi. (The sensation of being on Earth faded away, she recalled. ”I was a citizen of the Galaxy.” Dari ”Space -The Once and Future Frontier”/NG)

Adanya kedekatan, meskipun terpisahkan oleh jarak mahajauh, seperti menyiratkan bahwa kehidupan merupakan ”anak kandung” alam semesta. Dalam penjelasannya kepada Tim Folger (Discover, Desember 2008), fisikawan visioner Andrei Linde dari Universitas Stanford di Palo Alto, California, menyebutkan, sifat-sifat dasar alam semesta secara ajaib pas untuk kehidupan. Kalau hukum fisika yang berlaku diubah sedikit saja—di alam semesta ini—maka kehidupan yang kita kenal ini tidak akan pernah ada.

Ambil dua contoh. Atom terdiri dari proton, neutron, dan elektron. Kalau proton 0,2 persen lebih berat, ia akan tidak stabil dan akan meluruh jadi partikel lebih simpel. Atom lalu tidak akan eksis, demikian pula kita. Kalau gravitasi sedikit saja lebih kuat, bintang-bintang akan mengerut lebih kuat, membuatnya lebih kecil, panas, dan padat. Bintang tidak akan bertahan miliaran tahun, tetapi akan terbakar habis bahan bakarnya dalam jutaan tahun, lalu padam jauh sebelum kehidupan punya peluang untuk berevolusi.

Ada banyak contoh yang memperlihatkan bahwa alam semesta punya sifat ramah terhadap kehidupan sehingga para fisikawan sulit menganggapnya hanya sebagai kebetulan.

Kita hidup dalam satu waktu dan tempat khusus di alam semesta di mana kehidupan mungkin terjadi. (Ini dikenal sebagai Prinsip Antropik Lemah). Sementara Prinsip Antropik Kuat menegaskan bahwa hukum-hukum fisika memang bias (amat pro) terhadap kehidupan. Freeman Dyson, fisikawan di Institute for Advanced Study di Princeton, lebih gamblang lagi mengatakan bahwa Prinsip Antropik Kuat menyiratkan, ”alam semesta tahu kita akan datang”.

Kalau memang ini soalnya, tampaknya ada titah khusus yang diamanatkan kepada kehidupan, dan khususnya kepada manusia dari alam semesta, atau dari Penciptanya. Menjadi kewajiban kitalah untuk secara cerdas menangkap amanat tersebut. Ini tentu lebih serius daripada sekadar mengulang ritual setiap tahun tatkala Matahari di hari terakhir bulan Desember tenggelam di ufuk barat.



bagi saya, maksud amanat tersebut merupakan hal-hal apa saja yang sudah kita berikan kpd kehidupan.

how about you ?