Social Media

June 25, 2013

Menerjang Kemacetan

Kali ini waktu liburan saya diisi dengan kerja praktek. Tentunya tulisan kali ini akan bercerita tentang kegiatan kerja praktek. Tapi, tidak. Saya akan menceritakan hal-hal yang saya alami saat berangkat maupun pulang kantor. Karena kalau untuk pekerjaannya sendiri, it’s like I will tell you nothing, because most of my time is gabut (mungkin karena saya intern di pemerintahan kali ya ha ha ha)

Jadi sehari-hari saya menempuh 2-3 jam perjalanan untuk berangkat maupun pulang kantor. Gila ? Iya. Umur saya selama 2 bulan ini akan dihabiskan di jalan. Berkutat dengan parahnya kemacetan di Jakarta. Panas dan keringat bercucuran menjadi santapan saya sehari-hari Tapi lama-kelamaan saya mulai terbiasa dengan keadaan ini. Rumah yang jauh dan tidak punya kendaraan untuk dipakai sendiri membuat saya harus memakai transportasi umum. Sebenarnya saya sudah terbiasa menggunakan segala macam bentuk moda transportasi umum, sedari saya SD sampai sekarang kuliah, angkot menjadi teman sejati :)

Karena keharusan menggunakan transportasi umum jadilah saya melakukan perbandingan ongkos dan waktu tempuh baik berangkat maupun pulang. Hasilnya sebagai berikut

*dalam kolom opsi menunjukkan urutan perjalanan dengan melakukan pergantian moda*
*untuk pulang kantor, moda yang digunakan sama seperti berangkat, hanya dibalik saja alur perjalanannya*

See? Perbedaan yang jauh sekali ya. Kalau ingin murah, resikonya waktu tempuh lebih lama dan fasilitas yang tidak nyaman. Jika ingin lebih cepat harus mengeluarkan kocek yang cukup menguras kantor. Dan jika moda diatas dibandingkan dengan menggunakan kendaraan pribadi dikala lalu lintas sangat lancar, hasilnya sangat mengejutkan! Saya hanya membutuhkan waktu sekitar 40 menit untuk sampai ke kantor dan itu tidak menggunakan tol dalam kota. 

Perjalanan sekitar 2 jam tersebut terkadang dihiasi kebodohan yang saya lakukan. Mulai dari nyasar saat berjalan kaki ke kantor, jatuh karena hilang keseimbangan di dalam kopaja, sampai hampir ketabrak motor saat turun dari kopaja… T_T  Diantara kejadian bodoh tersebut, ada juga secercah keberuntungan. Saat itu saya pulang telat dari biasanya dan apesnya tidak ada bus kota dan busway saat itu tidak bisa digunakan karena banyak yang mogok. Akhirnya saya putuskan untuk naik kopaja. Sampai akhirnya tiba dimana saya harus sms ibu saya untuk mengabari dan meminta untuk dijemput karena angkot kerumah sudah tidak ada. Sekali lagi keapesan muncul. Pulsa saya habis. Wassalam….Tapi kemudian timbul inisiatif untuk meminjam handphone ibu-ibu yang berada di sebelah saya. Tanpa curiga ataupun takut, ibu-ibu tersebut meminjamkan bahkan menawarkan untuk menelfon. Seketika itu lega rasanya :’) Masih ada orang baik di sekitar kita.

Hal-hal tersebut mungkin sebagian kecil dari pengalaman yang akan saya alami selanjutnya. Dan untuk cerita-cerita berikutnya akan saya share di post berikutnya. So, happy holiday folks!