Big Bad Wolf Jakarta (a review from a not-so-happy visitor)

May 10, 2016

Long weekend kemarin, para pecinta buku dihebohkan dengan Big Bad Wolf. Big Bad Wolf (BBW) sendiri merupakan bazaar buku impor yang biasa diselenggarakan setiap tahunnya di Malaysia. Pada tahun 2016 ini, pihak penyelenggara BBWpun meluaskan pasarnya ke Indonesia. Bisa dibilang bazar ini merupakan surga bagi pecinta buku impor. Bagaimana tidak, karena diskon yang diberikan pun gila-gilaan. Buku ensiklopedi yang biasanya harganya selangit pun, di bazaar ini hanya dibanderol sekitar 100-200ribu saja!

Sayapun akhirnya berkesempatan datang ke BBW sebanyak dua kali. Tapi, dari dua kali kedatangan, hanya sekali saya masuk ke dalam hall bazaar, how sad :( Pada kunjungan yang pertama tanggal 5 mei, saya datang pukul 15.30 dan disambut dengan antrian yang menggila! Iya segila itu, bro! Tidak pernah terbesit sebelumnya dalam pikiran saya kalau pameran buku akan ramai, coz it's a common fact that most Indonesians do not love reading (only a few people do). Nyatanya BBW merupakan anomali.

Saat saya datang, antrian masuk sudah sangat panjang. Bayangkan saja, bazaar diadakan di Hall 10 tapi pengunjung sudah harus antri dari Hall 5!!! Bahkan katanya sebelum saya datang, antrian sudah mencapai luar Hall. Saking ramainya, panitiapun akhirnya membuka sistem buka tutup! Hanya beberapa orang yang dapat masuk kemudian pintu ditutup kembali selama 10 menit. HOW CRAZY IT WAS! Melihat antrian yang sangat panjang, saya dan keluargapun memutuskan tidak jadi masuk. Selain karena akan capek mengantri, saya yakin di dalam hall pun tidak kondusif untuk mencari buku dan harus mengantri lagi untuk membayar. Akhirnya saya putuskan untuk datang lagi keesokan harinya.

big bad wolf jakarta
suasana Big Bad Wolf Jakarta
Setelah membaca panduan mengenai Big Bad Wolf di blog Jakarta Book Club, sayapun kembali datang ke BBW pagi hari. Jam 6.30 sudah sampai di tempat dan masuk tanpa antri sama sekali. Di dalam Hallpun tidak terlalu ramai sehingga dapat dengan nyaman melihat-lihat buku, bookgasm attack! Unfortunately that sudden happy feeling didn't last long, because..

  • Buku yang dijual kebanyakan buku-buku lama. Anda mencari buku keluaran 2014 - 2016? You wish. Hasil lihat timeline BBW di social media, ada yang bilang buku-buku yang dijual merupakan stock berlebih dari penerbit. Hmm pantas saja harganya bisa murah meriah
  • Novel kategori Young Adult tidak terlalu variatif. Karena saya penggemar novel ber-genre Young Adult dan Fiksi, maka list buku yang saya buatpun diisi dengan Sophie Kinsella, Rainbow Rowell, Kevin Kwan, Neil Gaiman. Hasilnya? Nol besar. Selama dua jam ngubek-ngubek tidak satupun buku dari daftar yang muncul.
  • Buku untuk kategori non fiksipun sangat amat terbatas. Ayah saya yang mencari buku tentang politikpun tidak dapat sama sekali.

Mayoritas sekitar 50% buku yang dijual adalah buku anak-anak. Jadi yang benar-benar dimanjakan dalam acara ini adalah ibu-ibu dan anak-anak. Well, strategi yang bagus untuk meluaskan pangsa pasar. Selain itu, BBW yang diadakan Jakarta inipun sepertinya agak berbeda dengan BBW Malaysia dalam hal genre buku. Hasil melihat instagram official BBW Malaysia maupun bookselfie yang dilakukan oleh pengunjung di Malaysia, buku yang dijual sepertinya lebih variatif. BBW di negeri aslinya menjual buku-buku Rainbow Rowell, John Green, bahkan ada #Girlboss nya Sophia Amarusso. Asumsipun berkelana, jangan-jangan buku yang dijual di BBW Jakarta ini adalah buku-buku bekas acara di Malaysia yang belum sempat terjual ya? Mungkin loh ya hehehe

the princess diaries meg cabot big bad wolf
hasil berburu buku di #BBWJKT
Although I only got 2 books, this event is still worth to visit. Kapan lagi kan beli buku impor dengan harga miring plus ga disegel? Sayapun dapat Princess to the Nines by Meg Cabot dan Between the Assassinations by Aravind Adiga seharga masing-masing 60.000, padahal kalo di Periplus atau Kinokuniya harganya bisa 150-180ribuan

Untuk kedepannya semoga acara ini dapat lebih baik lagi terutama dari segi variasi buku dan pemilihan tempat. Pemilihan lokasi di ICE BSD terbilang sangat  jauh terutama untuk masyarakat yang tinggal di Bekasi, Depok, dan Bogor. Akan lebih adil jika lokasinya di tengah Jakarta, karena dapat dijangkau siapapun dan yang terpenting dapat ada transportasi umum yang melewati lokasi acara.

Anyway, katanya BBW ini akan diadakan lagi bulan Oktober besok loh. Semoga memang benar ya, jadi siap-siap menabung dari sekarang. Yeay!

You Might Also Like

0 comments